Dunia 365 Hari

Sudah dua minggu ini aku kembali ke tanah air. benar kata rekan-rekan volunteer lainnya kalau minggu minggu pertama akan terasa sulit. Yang ada aku malah gamang. kebingungan melihat banyaknya sepeda motor yang berseliweran di Jakarta, gak bisa nyebrang jalan dan harus nyari nyari jembatan penyebrangan yang tangganya banyak, kesulitan milih sepatu baju dan tas karena pilihan yang beraneka macam. ah..aku merindukan kesederhanaan di Malawi.

 

Seminggu yang lalu, kami (aku Ragyl dan Glory) bertemu mbak Tata dari penerbit rak buku dan berjanji akan terus menulis di blog ini. Mudah -mudahan banyak teman teman yang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan kami. kedengaran aneh memang. banyak yang bertanya, kenapa sih jauh jauh kerja gak di bayar? emang disini gak ada kerjaan lagi? atau gak pengen nabung punya rumah atau mobil? dan banyak pertanyaan lain yang hanya bisa kami jawab dengan senyum manis. ini adalah pilihan kawan, terlepas dari apa yang kami hadapi disana.

 

Teman-teman tunggu saja cerita lengkapnya di Dunia 365 Hari, buku yang akan diterbitkan oleh rak buku yang mudah-mudahan akan di launcing Juni nanti. Stay tune ya

Advertisements

One thought on “Dunia 365 Hari

  1. Cici says:

    pilihan yang tidak biasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: