Review buku: Ada apa di balik cakrawala?

Saat ini saya tengah duduk bersantai di hammock sambil membaca buku spesial berjudul “Cerita di Balik Cakrawala”, buku tersebut di tulis oleh tiga orang istimewa Freddy, Glory dan Lili.

Bagi Anda yang memiliki jiwa petualang yang tinggi atau bagi Anda yang tertarik dengan isu sosial dan kemanusian, buku ini adalah buku untuk Anda!

Tak lupa suasana dingin yang diakibatkan oleh hujan yang turun sejak siang tadi dihangatkan oleh secangkir kopi Ethiopia panas pemberian salah satu Indonesian RVs (returned volunteer), Titi.   Kopi ini adalah kopi Ethiopia terakhir saya.   Saya memiliki banyak stok kopi , sebut kopi Brazil, Kopi Papua, Kopi Aceh Gayo, Kopi Toraja, Kopi Pabrik Kopi Bandung, dan banyak lainnya.  Tetapi entah kenapa selama satu minggu ini, saya rutin meminum kopi Ethiopia dan saya tidak berhenti hingga kopi itu habis.   Dan sekarang kopi tersebut sudah habis, dan saya hanya bisa gigit bibir.

Dengan secangkir kopi panas membuat membaca menjadi lebih menyenangkan.

Jika Anda lebih tertarik dengan coklat, Anda harus membaca tulisan Glory.  Dia sangat beruntung karena ditugaskan bekerja dengan para petani Afrika penghasil coklat terbaik dunia.  Tetapi mirisnya, kata Glory, para petani coklat tersebut hanya bisa menanam yang tanpa pernah merasakan hasil akhir dari coklat (kakao) yang mereka tanam.

Buku cerita di balik cakrawala ini berlatar belakang di beberapa negara di Afrika, seperti Ghana dan Malawi.   Buku tersebut berisi pengalaman tiga penulis selama menjadi sukarelawan internasional VSO yang tinggal selama 365 hari di negara tersebut.

Saya baru menyadari kalau salah seorang teman saya, Edrida, ikut memberikan endorsement untuk buku ini,  dan saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Edrida “para pengarang buku ini, mereka menemukan dunia yang telah mereka bingkai sendiri dengan jejak kaki dan jejak hati sebagai panggilan tugas dalam misi kemanusian sejati”

Ah indah bukan, jika Anda juga bisa merangkai dunia Anda sendiri, bukan hanya pasrah dengan dunia yang sudah diberikan pada Anda? Tiga penulis buku ini telah menunjukkan hal tersebut bukan hal yang mustahil, Anda bisa membuka jalan untuk Anda sendiri, tidak ada keharusan untuk mengikuti jalan yang sudah ada, bagaimana caranya? Anda bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh para penulis buku ini.

Para penulis dengan “misi kemanusian sejati”, hal tersebut sungguh benar, bahkan meski sudah tidak menjadi sukarelawan lagi, misi kemanusian mereka tetap berlanjut, terbalut hangat dan terus hidup.   Saya tidak habis pikir ketika Freddy, membungkus sisa makanan yang ada di hotel, sisa makanan dari acara workshop yang kami hadiri.  Acara berakhir sekitar jam 21.30, bagi saya sudah malam, tetapi tidak bagi Freddy.  Setelah mengobrol sebentar di Lobby hotel, jam 22.00 malam ia keluar dengan misi membagikan makanan tersebut  ke supir ojek, petugas parkir, pengamen, dan banyak lainnya. “Mungkin mereka belum makan, atau mungkin sudah beberapa hari mereka tidak bisa merasakan makanan enak seperti yang kita rasakan” Freddy menjelaskan.  Freddy menambahkan bahwa kalau usaha dia lebih untuk menyelamatkan makanan dibandingkan makanan terbuang. Benar juga!  Saya jadi ikut berpikir bahwa menghasilkan cake, pastel berisi daging dan sayuran telah menghabiskan sekian jam kerja, sekian watt listrik, sekian gram gas, dan banyak lainnya, yang jika makanan tersebut dibuang berarti kita juga sudah membuang banyak energi yang sudah dihabiskan untuk menghasilkan makanan tersebut.  Semua yang sudah dihabiskan untuk sebuah kesia-siaan.  Pasti Anda seperti saya, kenapa harus repot? dan menjadi manusia modern mengajarkan kita untuk jangan mau repot.

Pengalaman Freddy di Afrika membuat ia lebih menghargai makanan dan minuman.  Di sana air dan makanan sulit.  Hal ini juga dibenarkan oleh Glory, bahwa orang sangat bahagia ketika dikasih sepotong atau sebungkus makanan.

Berbeda dengan di Indonesia, orang tidak lagi menghargai pemberian kecil, kerabat dekat saya saja, ketika dikasih makanan oleh tetangga, mereka bilang “tidak enak, dikasih ke pembantu saja”.  Realitas kita sehari-hari telah mematikan rasa kemanusian kita, tetapi membaca tulisan Freddy, Glory dan Lili menghidupkan kembali pintu hati yang sudah tertutup dan jiwa yang membeku.  Saya pernah memiliki hati, tetapi belakangan hati itu mulai menjadi tumpul, tetapi buku ini menampar saya, dan saya berterima kasih.

Banyak hal yang kita miliki dalam hidup ini, tetapi kita tidak menyadarinya, hingga kita memiliki pembanding bahwa banyak yang hidup dengan kondisi yang lebih kekurangan dibandingkan kita.   Membaca buku ini, mengingatkan kita untuk mensyukuri hidup ini, untuk berterima kasih telah lahir sebagai seorang Indonesia.   Setelah membaca buku ini, Anda akan setuju dengan saya, dan Anda akan bisa menuliskan 10 atau lebih daftar alasan untuk mencintai negeri ini.

 

Tetapi meski demikian, Afrika merupakan benua yang menawan.  Mengutip salah satu tulisan Lili

“Tebing-tebing batu berdiri sangat kokohnya memisahkan negara Zambia dan Zimbabwe. Meskipun tidak sedahsyat pada saat musim hujan, air terjun yang mengalir dari hulu lalu jatuh ke lembah setinggi 108 meter masih sanggup membuatku menahan nafas karena kagum.  Luar biasa adalah satu-satunya kata yang terucap ketika aku menelusuri setiap sudut taman nasional itu” (hal. 379)

Saya ikut merasakan rasa takjub dan kekaguman yang dirasakan oleh Lili meski hanya melalui tulisannya.  Afrika masih menjadi mimpi yang tertunda bagi saya. Membaca buku mengenai Afrika yang dibingkai dalam kacamata Indonesia sungguh menarik….

Iya, Lili, Freddy, dan Glory, saya tahu, kalau Afrika bukanlah nama negara, Afrika adalah benua yang terdiri dari beberapa Negara. Banyak yang sesat dengan menganggap Afrika sebagai satu negara, tetapi sebagai teman penulis, tentunya saya juga tidak ikut sesat.

Saya berkeinginan berkunjung ke Tanzania tahun 2018, semoga segala sesuatunya lancar.  Membaca buku cerita di balik cakrawala ini membuat tekad saya menjadi semakin kuat kalau saya harus ikut menjadi bagian, meski hanya bagian kecil dari “Dunia 365 harinya” Freddy, Glory dan Lili.

Bagi Anda yang belum memiliki bukunya, Anda bisa mendapatkannya di Gramedia, atau bisa membeli di beberapa toko buku online, atau bisa juga membeli dalam bentuk Electronic book di google play.   Saya sudah membeli buku tersebut, tetapi saya juga mendapat hadiah buku dengan tandatangan asli dari penulis, saya sungguh beruntung.

Referensi mendapatkan buku:

http://www.gramedia.com/categories/books/fiction-literature/cerita-dibalik-cakrawala.html

https://play.google.com/store/books/details?id=MUscCwAAQBAJ&rdid=book-MUscCwAAQBAJ&rdot=1&source=gbs_vpt_read&pcampaignid=books_booksearch_viewport

20161113_141728-3-19786027114036

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: